Selasa, 31 Maret 2009

Kisah gadis penjual Koran jalanan yang terinspirasi sebuah buku dalam kehidupannya




Seorang teman menghubungin saya pagi ini, subuh sekali pukul 3 pagi dengan SMS yang saya anggap ini aneh dan sedikit berbohong. Tapi inilah kehidupan, kisah seorang penjual Koran di daerah sekitar Grogol dan Untar. Namanya , Dian. Gadis ini kurang beruntung hidupnya, ia sebatang kala hidup di Jakarta. Tinggal bersama teman-temannya. Setiap harinya ia selalu berjualan Koran untuk menghidupin dirinya, usianya masih terlalu dini 12 tahun. Dan pendidikan terakhirnya hanya cukup untuk membuatnya membaca.

Suatu ketika sahabat saya, berjalan dan terhenti di lampu merah sekitar Citraland, gadis itu menghampiri sambil menawarkan Koran yang ia jual, teman saya sering sekali melihat dia dan karena setiap hari ia melewati daerah itu untuk sampai ke rumahnya. Teman saya membeli Korannya, ia senang lalu keesokan harinya teman saya datang lebih pagi untuk melewati jalan yang sama untuk mampir ke sebuah toko sewa komik di sekitar Untar. Secara tak sengaja ia melihat gadis penjual Koran itu sedang duduk berdiri.

Teman saya terkejut ketika melihat gadis itu terpaksa menyicil uang sewa buku, sebuah buku yang saya tulis berjudul “ Surat kecil Untuk Tuhan” karena teman saya tau buku saya. Teman saya yang setiap harinya melihat gadis itu mendekati. Lalu bertanya kepada dia?

“ Kamu yang jualan Koran di lampu merah citraland itu kan?”

“ Iya. Kak, !”

" Kamu lagi ngapain disini?"

“ Mau baca buku ini..!” sambil menunjukkan buku yang tidak asing.

“ Oh ya.. emangnya ga jualan!”

“ Saya setiap hari selalu kesini buat baca buku ini Kak, soalnya ongkos sewa buku ini mahal. Saya hanya mampu menyicil buku ini setiap harinya 500 rupiah sampai habis.!Untungnya pemilik kios ini baik mau kasih saya diskon baca di tempat..”

Teman saya terdiam.

“ Memangnya kamu suka buku ini?”

“ Iya kak, buku ini adalah inspirasi saya, karena setiap baca buku ini. Saya punya kekuatan untuk menjalani hidup saya yang berat setiap harinya, tapi saya tidak menyerah. Karena Keke, tokoh dalam buku ini mengajarkan saya tentang arti hidup sebenarnya. Kaya atau miskin di dunia ini adalah anugrah Tuhan dan kita patut bersyukur. Karena pada akhirnya kita akan kembali dan sama di mata Tuhan..Gitu loh..hehe“ ujarnya sambil tersenyum.

“ Sudah berapa lama kamu baca buku ini?”

“ Saya sudah tamatkan buku ini kak , sudah baca berulang-ulang. Tapi sayang saya tidak sanggup membeli buku ini. Jadi saya setiap hari kesini buat baca buku ini sebagai awal saya berjualan Koran, biar semangat”

Teman saya tersontak, Kebetulan teman saya adalah salah satu orang yang telah membaca buku ini. Sehingga ia tidak heran buku ini cukup membuat semua orang terharu dan terinspirasi

“ Tunggu ya..”

Teman saya masuk ke dalam lalu membeli satu buku itu dari penyewanya

“ Buku ini kakak kasih ke kamu, semoga buku ini bisa bisa menjadi semangat kamu setiap harinya”

Gadis itu tersenyum kegilangan, ntah apa yang saya rasakan ketika membaca kisah ini. saya tidak berbohong tentang apa yang saya ceritakan. Saya berharap bisa bertemu dengan gadis ini, mungkin secepatnya. Saya tidak sedang berpromosi buku atau sejenisnya, tapi inilah kenyataannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar